Monday, March 11, 2013

My Shoes Story





Bicara tentang sepatu, mengingatkan saya akan dua hal di masa lalu dan sekarang. Sedih di masa lalu dan bahagia di masa sekarang. Kenapa sedih ? Tentu ada cerita di balik itu.


Dulu sekali, saat saya duduk di bangku SD, saya terbiasa jalan kaki ke sekolah yang jaraknya kurang lebih 7 km dari rumah. Jauh ya..? Memang..sangat jauh, dan saya harus melakukannya setiap hari, berangkat saat matahari masih sembunyi di balik awan, lalu pulang saat matahari bersinar garang tepat di atas kepala. Baju seragam saya selalu bersimbah keringat saat itu. Karena keadaan ekonomi keluarga yang sulit saat itu, kami tidak punya sepeda motor, sepeda atau alat transportasi lainnya. Kemana-mana selalu jalan kaki, atau saat ada uang baru bisa naik angkutan umum.


Karena setiap hari jalan kaki, dan sepatu yang saya pakai saat itu adalah sepatu seadanya,  yang mampu dibelikan orang tua saya di pasar klithikan yang menjual barang-barang bekas, maka saya harus cukup puas memakainya. Jenis sepatu yang saya ingat kala itu adalah sepatu kets yang sama sekali tidak tergolong dalam fashionable daily shoes. Sangat sederhana. Beda dengan BE*BOB shoes yang mempunyai model beragam. Sepatu yang saya punya pun cuma satu thok thil. Satu-satunya dan tak ada yang lain.


Maka, ketika sepatu yang saya punya mulai bermasalah dengan solnya alias mulai mangap, saya mulai was-was. Saat itu adalah hari jumat, dimana biasanya di sekolah ada senam kesegaran jasmani. Saya dirasuki dilema, antara mau ikut senam atau tidak. Jika saya ikut senam dengan kondisi sepatu yang seperti ini, jelas saya malu dan akan memperparah kondisi sepatu saya, padahal saya masih memerlukannya sebagai alas kaki untuk pulang nanti saat jalanan beraspal begitu panas di siang yang terik. Belum jika ada teman-teman yang melihat kemudian memperolok keadaan sepatu saya. Saya tidak siap. Sedangkan jika saya hanya mendekam di dalam kelas, dan tidak ikut senam, jelas akan menimbulkan banyak pertanyaan dari guru saya karena di absen, dan tadi mereka semua sudah mengetahui keberadaan saya.


Saat saya sedang sibuk dengan pikiran saya harus bagaimana, Sumi, teman sebangku saya masuk kelas kemudian mengajak saya untuk ikut senam. Saya bingung bagaimana harus menjelaskannya.


“Apa kamu sakit ?”, Sumi bertanya.


Saya menggeleng. Lalu Sumi memperhatikan saya dari ujung rambut sampai ujung kaki. Saya merasa ditelanjangi. 


“Oh, aku tahu..”, Sumi menemukan jawabannya.


Segera Sumi mencopot sepatu dan kaos kakinya lalu menyodorkannya kepada saya. Sepatu Sumi ini masih baru, baru kemarin dia memakainya.


“Pakai saja sepatuku..,”ujarnya.


“Tidak usah, Sumi..aku..”


“Tidak apa-apa, santai saja..”


Lalu Sumi berlari keluar kelas dengan kaki telanjang. Dia nyeker ! Dan segera ikut senam. Saya bengong sendirian di dalam kelas, kemudian terpaksa sepatu Sumi saya pakai lalu ikut senam. Sumi hanya tertawa-tawa. Bahkan, Sumi meminjamkan sepatunya supaya saya memakainya pulang dengan alasan rumahnya dekat, sedangkan rumah saya masih jauh. Ah..Sumi betapa baik hatimu. Saya pernah diajak main kerumahnya di pinggir kali gajah Wong. Katanya, sepatu itu dibelikan kakaknya yang sudah bekerja di Jakarta.


Ingatan masa lalu itu begitu membekas dalam pikiran saya. Sekarang, saya bisa membeli sepatu model apa saja yang saya inginkan. Dengan  bekerja keras, saya mampu keluar dari garis kemiskinan tempo dulu. 

Beragam sepatu dari model flat shoes, sandal, wedges, dan high heels saya punya. Saya memadu padankan dengan jenis busana yang akan saya pakai. Salah satu merk yang saya punya adalah BE*BOB. Sepatu ini banyak kelebihan selain modelnya yang bagus, kualitasnya juga ok, termasuk juga awet. Saya sudah memakainya lebih dari 5 tahun dan tidak ada problem sama sekali. Harganya juga cukup terjangkau. Pokoknya saya puas memakainya dan tidak perlu was-was kalau solnya mangap seperti yang saya alami dulu. 
Hehe..
Higheels dari Be*Bob
Flat shoes dari Be*Bob
Wedges dari Be*Bob

Sandal dari Be*Bob

Tuesday, February 26, 2013

Tentang Hujan



Gambar dipinjam dari sini 

Hujan. Senantiasa menyejukkan. Selalu bicara tentang keindahan. Tentang masa kecil, masa lalu dan selalu  ingin kembali kesana. 

Hujan. Basah dan aroma tanah, selalu memberi warna. Tenang, damai dan melenakan.

Hujan. Adalah air dan airmata. Air dari surga dan airmata bidadari dari surga. Legenda tak berkesudahan. Nyata atau maya, yang pasti ada cerita. Boleh percaya, tidak pun tak apa.

Hujan. Berhubungan erat dengan cuaca, jiwanya. Akrab dengan awan dan sang surya. Saling membutuhkan dan siap jika harus berkorban untuk yang lain.  Awan menghilang, sang surya tenggelam, supaya hujan ada. Hujan tiada, awan dan surya siap untuk berada. Saling mengisi, melengkapi tanpa keluh kesah.

Hujan. Tawa dan ceria. Selalu ada gelak tawa kanak-kanak diantara rinai hujan nan basah.  Penuh canda dan gembira ria. Tak ada duka, tak ada nestapa atau pun gundah gulana. Lepas, membekas.

Hujan. Bencana dan duka. Kala petir menyambar dan kilat berkilat menyertainya. Kala tumpah ruahnya tak mampu ditampung tanah dengan seksama. Kala banjir melanda, ia menjadi biang keladi utama untuk disalahkan. Bukan pada hutan yang gundul karena pohon-pohon  habis ditebang, bukan pada manusia yang menjadikan bumi sebagai tempat sampah terluas, bukan pada  tiadanya resapan air di atas kokohnya bangunan-bangunan metropolitan.

Hujan. Berkah dan Rahmat. Bukti cinta-Nya kepada manusia. Air kehidupan dari segala kehidupan telah disediakan-Nya. Laut dan sungai menjadi tahta abadi. Selayaknya, jalan menuju kesana disiapkan oleh manusia, bukan menghalanginya dengan segala upaya atas nama peradaban kota, kemajuan jaman, abad modern dan segala alasan pembenaran diri. Tetap, air punya jalan menuju tahta abadinya. Seharusnya..

Hujan..oh..hujan..

Tuesday, February 12, 2013

Surprise


Gambar dipinjam dari sini

Sebuah pertemuan di waktu sekarang. Sungguh tak kusangka. Saat semuanya terasa tak mungkin. Kebetulan, tiba-tiba menyeruak begitu saja. Jauh di luar dugaan. Sekejap temu, namun mampu membuatku tersipu. 

Perjalanan waktu tak mampu membuatmu menjadi berbeda. Menurutku, kamu tetap sama, seperti dulu. Wajahmu, cara menatapmu dan bicaramu. Sama, tak ada yang beda. Segala hal yang menggantung di masa lalu, terlupa begitu saja.

Beberapa menit kita bersapa. Hanya sapa dan tawa. Diantara banyak mata yang menatap ingin tahu ada apa diantara kita. Sekarang, kita bukan sesiapa. Tak ada yang istimewa. Namun rasa suka dan nyaman melihatmu tetap ada. Jujur, aku suka kita bertemu tiba-tiba. Surprise buatku. Sungguh.

Namun, surprise ini tak lagi mampu membuatku ingin mengulang masa lalu. Kita sudah bukan anak muda lagi. Ada siapa dan siapa  yang memiliki kita. Kita sadar, ternyata bahagia bisa kita temukan tanpa kebersamaan kita. Kita menemukannya dalam belahan jiwa kita masing-masing. Suami dan istri kita.

Ya, kita hanya bagian kisah di masa lalu. Pertemuan ini hanya sekedar mengingatkan, kita pernah punya cerita di masa lalu, namun Tuhan tidak mengijinkan kita bersatu. Hanya itu.

Lalu, setelah pertemuan itu, kita kembali tertelan waktu. Larut dalam rutinitas masing-masing. Tak ada nomor ponsel ataupun nama akun di social media yang kamu atau aku tinggalkan saat itu. Kembali, kita lost contact. Kembali saling bertanya dalam diam, kamu sedang apa sekarang. Pastinya sedang bahagia bersama keluarga tercintamu, sama sepertiku. 

Ya, enam belas tahun tak bertemu. Perjalanan waktu panjang mempertemukan kita dalam 3 menit saja, kemudian tanpa kontak lagi. Sudah cukup untuk tahu bagaimana keadaanmu. Cukup untuk kumintakan maaf di masa lalu walau tanpa terucap dari bibirku sekarang. Sapaan hangat dan senyummu sudah lebih dari cukup.Kamu baik-baik saja.

Surprise yang indah..

Friday, January 04, 2013

Cerita Lucu Di Tahun Baru


Hai..hai..akhirnya tahun 2013 datang juga, gak jadi kiamat di tahun 2012 dong ya..Selamat Tahun Baru ya temans..semoga segala resolusi yang dicanangkan di tahun ini bisa terlaksana, minimal 75 persen dah bagus banget tuh hehe..cemungud ea..tahun baru gito loh..

Hm..cerita menjelang tahun baru, banyak kejadian yang cukup membahana buatku sebenarnya. Tepatnya di bulan Desember ini. Ada yang sedih dan ada juga yang menyenangkan, pokoke nano-nano deh..(masih gak sih permen merk itu..?). mau denger ceritanya gak ? Kalo iya, aku terusin ceritanya, tapi kalo gak…ya..aku nekad tetep cerita buat diriku sendiri hihi..

Awal, desember 2012, tepatnya tanggal 4 desember 2012, aku mengalami keguguran dan harus dikuret. Hiks..sedih, bo..padahal aku sudah menaruh harapan banyak pada calon bayi dalam perutku itu. Namun ternyata Tuhan punya rencana lain, dan pastinya akan indah pada waktunya..semoga..Amin.

Terus, di bulan desember ini, aku merayakan natal, temans..ah ya, biarpun telat aku mo ngucapin selamat natal buat teman-teman yang merayakannya. Semoga damai natal senantiasa menyertai kita semua. Amin…
Lalu, menjelang tahun baru, kurang dua hari, mbak Ikem, yang biasa bantu-bantu pekerjaan di rumah, menyatakan resign karena capek. Ya sudah, apa boleh buat..mulai hari ini semua pekerjaan rumah dikerjakan sendiri dengan pertimbangan Andro, anakku sudah besar. Jadi gak repot-repot amat. Paling bangun pagi  trus nyuci, abis tu masak, kalau pas ada ibu, ya yang masak ibu. Andro berangkat sekolah diantar papanya. Selanjutnya aku menyapu dan ngepel. Trus pergi ke toko. Pulang dari toko, sore kalau sempat setrika baju. Kalau gak sempat, ya disempet-sempetin hehe..kerasa deh, kalo  gak ada asisten rumah tangga. Huft..tapi gak papa, itung-itung cari keringet, olahraga, gitu aja sih mikirnya, jadi enteng kerjaan. 

Hasilnya, satu hari menjelang tahun baru, badanku meriang, saudara-saudara..pegel-pegel n agak panas dingin. Kecapekan kayaknya. Setelah sebelumnya suamiku yang meriang plus pusing, lalu Andro batuk pilek juga. Cape deehhh…sampe berharap, apa bisa tahun baruan dengan kondisi tak fit begini. Apalagi paginya, penyakitku nambah dengan diare. Duh..lengkap sudah..

Malam tahun baru, hujan mengguyur dengan derasnya, menjadi alasan kuat untuk gak kemana-mana. Stay home aja, sambil pijet-pijetan ma suami. Iya, gantian, soalnya kemarin waktu dia sakit, aku  mijitin n kerokin juga. Udah sekuat tenaga, dibilangnya mijitku gak ada rasanya. Hadeuh..salah sendiri punya badan segede gajah..ups..hihi..Badanku rasanya gak karu-karuan. Mana besok siang pas tahun baru ada acara kondangan ke Jogja lagi. Maklum, aku tinggal di Gunungkidul, wilayah jogja coret,  sejam dari kota Jogja. Belum tahu besok berangkat njagong apa kagak. Jadi, malam tahun baru kuisi dengan tidur lebih awal, gak nunggu jam duabelas teng..beda sama tahun-tahun kemarin. Terdengar bunyi petasan and terompet saat aku tertidur. Gak tahu tetanggaku yang nyalain atau aku sedang bermimpi. Hhhhhhhhhh…

Jreng..jreng..tahun baru pun tiba. Rasanya seperti habis tidur setahun..wakakak..semangat baru walaupun badan masih agak kurang sehat. Tiba-tiba, suami memutuskan, ayo kita kondangan ke Jogja..berangkat…waaa..jadi buru-buru deh, nyiapan segala keperluan di Jogja alias packing. Alasannya sederhana, gak enak sama yang mantenan kalo gak berangkat soale masih ada hubungan saudara juga. Jadi kondisi lagi diare pun tetep berangkat. Semoga saja gak kambuh sesampainya di gedung. Bisa gawat nanti..ya, semoga baik-baik saja.

Maka, dengan tergesa, kami pun berangkat. Undangan jam satu siang. Karena dari Gunungkidul ke Jogja itu biasanya memakan waktu satu jam, ternyata macet..maka molorlah itu waktu dan mepet banget saat tiba di gedung. Namun ups..kita belum ganti baju. Segera aku and Andro ganti baju ke kamar mandi. Saat akan mengganti bajunya Andro, olala…aku kaget setengah mati. Celana jeans Andro ketinggalan. Padahal setelannya baju hem resmi gitu. Mo di match sama baju yang lain ternyata cuma baju kaos setelan yang sangat santai sekali bergambar superman dan spiderman. Huhu…penyakit pikun membawa korban tanpa ampun. Papanya Andro sempet kesal ma aku, dibilangnya apa yang aku pikirin sampe celana Andro ketinggalan. Perasaan tadi semua udah disiapin lha kok malah lupa, sepertinya tertinggal di tiang jemuran. Aku panik-panik bingung gitu.  Galau deh pokoke..

Lalu, di saat yang genting, aku teringat bahwa aku bawa legging warna hitam. Baju hem Andro kuning kotak-kotak, cocok kalau dipadanin dengan warna hitam. Ya sudah, tak ada pilihan lain daripada Andro nekad pengin pake baju kostum spiderman di kondangan. Andro yang umurnya lima tahun sempet tanya, celana siapa ini, Ma..kujawab celana Andro. Terpaksa aku bohong, cause kalau aku bilang celanaku, bisa-bisa Andro gak mau pake celana itu. Dan bwahahahaha…aku dan suami tak bisa menahan ketawa saat legging itu dipake anak laki-lakiku, mana ada tulisan Bebe lagi. Wagu banget.
Beberapa saudara yang melihat pun jadi ketawa ngakak melihat fashion stylenya Andro. Kujelaskan saja, celananya ketinggalan dan ngeles kalau ini trend fashion 2013. Duh..enggak banget deh..maafin kekonyolan mama ya, sayang..lain kali mama lebih teliti and gak lupa lagi. Dan untungnya Andro pede aja tuh pake celana itu. Mungkin kalo anak cowok lain udah nangis dari tadi hihi..

Well, happy new year semuanyaaaa….cheerssssss….. 

Wednesday, December 12, 2012

Kiamat 121212 ?


Pasti udah pada denger desas-desus ya kalo hari ini 12-12-2012 menurut ramalan akan terjadi kiamat. Benarkah itu ? siapa gerangan yang mampu meramalkan waktu akhir jaman itu ? Entahlah..saya sendiri sebenarnya gak terlalu ngeh dengan ramalan itu.

Sejatinya, siapa yang mampu meramalkan kapan terjadinya kiamat itu, lha wong kematian sendiri saja tidak tau kapan. Itu rahasia Tuhan saya rasa. Hanya Tuhan yang tau dan tak ada kekuasaan lain yang mampu melangkahi kuasanya.

Sebenarnya, jika tujuan ramalan itu untuk mengingatkan banyak manusia untuk bertobat, memperbaiki hidupnya supaya masuk surga semuanya sih sah-sah aja. Namun seringkali yang terjadi adalah tujuan ramalan ini untuk sekedar mencari sensasi, menakut-nakuti dan entah untuk tujuan apa..

Hm..kiamat..terasa begitu menakutkan bagi yang merasa belum siap. Termasuk saya pastinya. Saya selalu merasa bahwa dalam  hidup ini belum bisa melakukan yang terbaik, hubungan dengan Tuhan juga seringkali kalah oleh kebiasaan untuk bermalas-malasan. 

Contohnya saja waktu untuk beribadah, waktu untuk berdoa seringkali kalah oleh waktu online, sms-an dengan teman, kalah dengan segala sesuatu yang menyenangkan. Nanti dulu, tunda dulu, seneng-seneng dulu. Padahal yang namanya hidup itu ibaratnya melakukan sebuah perjalanan atau peziarahan menuju tempat terindah di surga. 

Tentunya jika hidup ini diisi dengan menabung kebaikan, menyelaraskan hubungan yang baik antara Tuhan dan sesama. Seimbang, tidak berat sebelah. Jika ada waktu 24 jam dalam sehari harusnya bisa fifty-fifty waktu yang terbagi untuk Tuhan dan sesama. Berat kan ? Pastilah..kalo gampang nanti surga penuh dong, neraka kosong, ya kan,  hehe..

Jadi sebenarnya, kiamat itu terjadi kapan sih ? Gak usah diramal, siap-siap aja deh..sewaktu-waktu kiamat itu bisa terjadi. Baik kiamat kecil yang berarti kematian kita sendiri ataupun kiamat bersama-sama yang berarti akhir jaman.

Hm..tapi tunggu dulu, kalo saya boleh ngeramal, menurut saya, kiamat itu akan terjadi tahun depan yaitu di angka 131313. Boleh percaya boleh tidak hehe..silakan mengartikannya sendiri. Kayaknya bagus juga kalo kita buat satu bulan lagi supaya ada 13 bulan dalam setahun. Hahaha..ramalan ngacooo…

Thursday, October 25, 2012

Surga dan Neraka




Gambar dipinjam dari sini

Neraka Dunia

Pagi baru saja menjelang, ditandai dengan bunyi kokok ayam pertama memecah kesunyian. Dinginnya tak terkira hingga menusuk ke sumsum tulang seorang gelandangan yang terbaring setengah telanjang di emperan sebuah toko. Pikirannya kalut memikirkan cara bagaimana mencari makan hari ini sedangkan tubuhnya terasa lemah. Sakit mendera tubuhnya beberapa hari ini, dan perutnya terasa melilit kelaparan. Tubuhnya tak kuat melakukan perjalanan sekalipun harus dipaksa. Tak ada seorang pun yang peduli akan keadaannya. Tak ada belas kasihan akan keadaannya yang memprihatinkan. Hanya tatapan sinis dan jijik ke arahnya sambil berharap si gelandangan itu pergi karena telah mengotori pemandangan kota.

Gelandangan itu sudah tak ingat lagi berapa kali dia terjaring oleh petugas yang melakukan operasi kebersihan kota. Biasanya operasi itu dilakukan saat akan ada kunjungan pejabat tinggi negara ke kota itu. Dia bersama dengan orang-orang yang senasib dengannya akan diangkut kemudian dibuang ke daerah lain yang entah bernama apa. Dirinya dianggap sebagai sampah masyarakat yang tak berguna. Bahkan beberapa kali anak-anak kecil meneriakinya orang gila. Mungkinkah dia sudah gila di jaman yang tak kalah gila ini ?

Gelandangan itu merasakan panas badannya semakin tinggi sedangkan tubuhnya menggigil. Tak ada selimut yang memberinya kehangatan. Dia tertidur bersama dengan lalat dan kecoa ataupun tikus-tikus got yang bersliweran di sebelahnya. Badannya bau dan dia tak ingat kapan terakhir kali mandi. Dia akan mandi jika ditemuinya sebuah sungai sekalipun airnya berwarna kotor nanti.

“Hei..pergi kamu..bikin kotor saja..!!”

Sebuah tendangan mendarat ke tubuh gelandangan yang melemah. Matahari mulai memancarkan sinar pagi, dan sang pemilik toko mengusirnya tanpa ampun dengan sebuah tendangan yang cukup menyakitkan. Gelandangan itu berusaha untuk bangun tapi kepalanya terasa sangat berat. Samar-samar dilihatnya wajah sang pemilik toko yang tampak garang itu. Selebihnya, si gelandangan tak ingat apa-apa lagi.

Surga Dunia

Malam bertabur bintang, saatnya melepas kepenatan dengan mencari hiburan malam. Seorang laki-laki berperut buncit melenggang masuk ke sebuah kafe remang-remang. Kedatangannya langsung disambut beberapa perempuan yang berpakaian seksi dan berdandan menor. Glamour. Menggoda. Mengundang syahwat. Para perempuan itu berharap, si bos akan memilihnya untuk menemani malamnya dengan sejuta kenikmatan. Terbayang di pelupuk matanya beberapa lembar rupiah yang akan diterima dari hasil servisnya. Membahagiakan. Si bos ini termasuk royal dan tidak pelit. Maka segala cara dan rayuan akan dilancarkan oleh para perempuan itu. Berbahagialah bagi yang terpilih.

“Aku akan berpesta pora malam ini..kalian semua boleh menemaniku..aku memilih kalian semua, layani aku selayaknya raja..hahaha..”

Para perempuan itu bersorak. Tak mengira, semua terpilih malam ini. Mereka akan saling bekerja sama memberikan kepuasan bagi si bos berdompet tebal. Sama rasa, sama rata untuk beberapa lembar rupiah. Mempertaruhkan harga diri. Adakah diri mereka masih berharga ? Tak apalah untuk makan beberapa hari tubuh-tubuh indah mereka dikaryakan. Demi kenikmatan sesaat si bos. Tanpa ikatan, tanpa komitmen..cukuplah uang yang berbicara. Semua membutuhkannya untuk melangsungkan hidup yang keras ini.

Di sebuah kamar mewah hotel bintang lima, laki-laki tambun itu tertawa-tawa. Di sekelilingnya banyak perempuan cantik yang siap sedia melayani nafsu syahwatnya. Uang yang didapatnya dari sebuah lembaga yang membutuhkan tanda tangannya, akan dia gunakan malam ini demi sebuah kesenangan. Sejenak melupakan istrinya yang sekarang entah sibuk arisan di negara mana dengan teman-teman socialitanya. Sejenak melupakan anak-anaknya yang tak kalah sibuk dengan dunianya sendiri. Wajar jika dirinya pun butuh bersenang-senang. Melepas ketegangan setelah sibuk bekerja. Uang bisa membeli segalanya, bahkan untuk perempuan yang seratus kali lebih cantik dari istrinya yang tak mempedulikannya lagi.

Dan malam itu menjadi saksi atas gembiranya laki-laki tambun itu. Dirinya merasa sebagai raja perkasa yang mampu menaklukkan seluruh perempuan di jagad raya ini. Segala kenikmatan dia dapatkan hanya dengan menukar beberapa rupiah saja yang mampu dia dapatkan untuk 1 kali tanda tangannya, itupun masih banyak sisanya. Bahkan dia sudah tidak ingat lagi berapa kali dia tanda tangan dalam sehari. Untuk meluluskan berbagai permintaan keringanan pembayaran pajak di negeri ini. Pundi-pundi uangnya sudah melampaui target. Tak tahu harus digunakan untuk apalagi. Anak istrinya sudah tak kekurangan lagi, tak ada salahnya jika dia memikirkan untuk dirinya sendiri. Tak terkecuali hari ini. Segala kekuasaan ada di tangannya.


Surga

Si gelandangan yang dulu adalah sampah masyarakat di dunia, tampak begitu agung dengan pakaiannya yang gemerlap. Segala hinaan, cacian, sumpah serapah yang ditujukan padanya dulu sirna. Dulu dia bukan siapa-siapa, yang tak mampu berbuat apa-apa karena keterbatasannya. Tapi dia punya hati, tak terbujuk dalam dunia dosa yang mudah menyeretnya untuk mencuri, mengemis sekalipun dia miskin. Tidak, dulu dia gelandangan, tapi mampu bekerja apa saja untuk menghidupi dirinya dan anak istrinya, sekalipun kemudian mereka pergi meninggalkan dirinya sendiri bahkan di saat sakit paru-paru mendera tubuhnya. Sakit paru-paru karena terbiasa hidup di antara sampah yang dia pulung untuk mendapatkan sesuatu yang bisa dijual. Lalu dia dibiarkan tergolek sia-sia hingga kemudian mati bagai binatang tanpa ada yang peduli. Namun Tuhan memuliakannya di surga.

Saat gelandangan itu telanjang, tak ada yang memberinya pakaian. Saat gelandangan itu kelaparan, tak ada yang memberinya makan. Saat gelandangan itu terhina, tak ada yang memberinya pembelaan. Saat gelandangan itu kehujanan ataupun kepanasan, tak ada yang memberinya tempat berteduh. Bahkan saat gelandangan itu mati, dibiarkannya dia mati sia-sia bagaikan binatang, bukan manusia. Ah..


Neraka

Diantara banyak manusia yang jatuh ke dalam dosa di neraka, tampak si bos berbadan tambun yang dulu bergelimang harta. Tampak pula di pemilik toko yang dulu menendang si gelandangan tanpa ampun. Lalu perempuan-perempuan yang melayani si bos, bahkan anak istrinya tampak pula dalam dera siksa api neraka. ah..adakah mereka semua terlalu larut dalam kenikmatan duniawi ? Adakah mereka tak pernah peduli untuk berbagi ? Hanya memikirkan kepentingan pribadi ? Lalu, dimanakah tempatku nanti ? Apakah aku harus menjadi seperti gelandangan itu ?  

Wednesday, September 26, 2012

Dua hati


Berdua, laki-laki dan perempuan itu duduk di bangku taman. Menikmati malam. Melihat bulan yang penuh membulat, orang bilang itu fullmoon.

“Indah, ya malam ini, kak.. “, si laki-laki membuka percakapan setelah lama keduanya larut dalam keheningan.

“Iya..”, perempuan itu menyahut.

Keduanya duduk berdampingan. Sengaja ada jarak beberapa centi tersisa hingga tidak saling bersentuhan. Si perempuan meletakkan kedua tangannya di pangkuan, sementara si lelaki menyilangkan kedua tangannya bersedekap.

“Dingin gak kak ?”

“Iya..”

Perlahan tangan laki-laki itu menjangkau jemari sang perempuan, setengah meragu.

“Boleh ?”

Si perempuan mengangguk kecil. Mereka saling beradu pandang.

“Terima kasih, kak..adik seneng banget..”

Si perempuan tersenyum. Tidak berkata apa-apa. Beberapa detik matanya terpejam, menikmati kehangatan tangan lelaki itu. Oh, Tuhan..apa yang kulakukan saat ini ? Dalam hatinya sibuk bertanya-tanya, rasa bersalah menyusup pelan-pelan. Terbayang di pelupuk matanya, wajah suami dan anaknya yang tertidur lelap.

“Aku harus pulang..”

Perempuan itu berdiri tiba-tiba. Bersegera berlari meninggalkan laki-laki itu.

“Kak..”

Laki-laki itu ingin mengejar, namun tak urung hanya bisa terpaku kemudian terduduk lesu. Dalam bisu di bangku taman. Terbayang pula wajah istri dan anaknya yang menunggunya pulang.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...